<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d5281882355484196361\x26blogName\x3dSTOP-ROKOK+(BuL\x27s+Blog)\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLACK\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttp://stop-rokok.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3din\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://stop-rokok.blogspot.com/\x26vt\x3d9149460608739207397', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Komentator :

Kotak Pesan :

Virus Ponsel

Sabtu, Juli 14, 2007

Sebelum tahun 2000, kabar adanya virus yang menyerang ponsel bisa jadi hanya sekedar isu. Tetapi ketika teknologi komputer berkonvergensi ke dalam ponsel, virus ponsel bukan lagi isu. Jika tidak selektif terhadap data yang masuk ke dalam ponsel, bisa jadi anda menjai korban kesekian dari kejahatan selular. Waspadalah! waspadalah!

Virus ponsel pertama diketahui muncul pada tahun 2004, dengan nama Cabir.A, yang menginfeksi sebagian kecil ponsel yang mendukung Bluetooth. Namun virus tersebut tidak berbahaya, ia hanya proyek perintis dari developer malware, untuk membuktikan bahwa virus juga bisa menjangkiti ponsel. Selanjutnya mereka mengirimkan Cabir.A kepada beberapa antivirus researcher, agar mulai menyiapkan sebuah solusi untuk lahirnya virus-virus ganas yang akan lahir kemudian.
Virus ponsel yang ada sekarang masih berada pada tahap permulaan. Mereka belum menyebar dengan cepat, dan hampir tidak membuat kerusakan apa-apa pada ponsel anda. Tapi, di masa depan bisa jadi virus-virus ini akan semakin mengganas dan mengganggu kenyamanan dalam berkomunikasi laiknya virus-virus yang menjangkiti komputer saat ini.

Dasar-dasar virus ponsel
Pada dasarnya, virus ponsel sama dengan virus komputer, yakni file executable yang tidak diinginkan, menginfeksi sebuah perangkat, kemudian menggandakan dirinya untuk menginfeksi perangkat lain yang terhubung. Jika pada komputer, virus menyebar melalui attachment pada email, download file dari internet atau menggunakan media perantara seperti flashdisk, maka virus ponsel menyebar melalui download file dari internet, attachment pada MMS serta media transfer bluetooth.
Sebagian besar infeksi pada ponsel saat ini terjadi ketika anda mendownload file dari PC atau internet. Penyebaran antar ponsel baru terjadi pada ponsel yang menjalankan operating system Symbian. Operating system yang paling banyak digunakan berpeluang menjadi target penyebaran virus. Sampai saat ini belum ditemukan virus yang menyerang operating system Windows Mobile. Jika ponsel anda menggunakan Windows Mobile berarti ponsel anda relatif masih dalam wilayah aman.

Bagaimana virus ponsel menyebar
Jika anda masih menggunakan ponsel jadul yang hanya bisa menerima dan melakukan panggilan telepon dan SMS, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Seperti yang telah diuraikan, viru hanya menyerang ponsel-ponsel yang minimal memiliki fitur bluetooth. Sampai saat ini, virus ponsel menyebar melalui tiga cara:
  1. Download dari internet. Pada modus ini, virus ponsel menyebar sama seperti virus komputer. Pengguna ponsel mendownload file yang terinfeksi virus dari komputer maupun langsung dari ponsel. Biasanya file-file yang terinfeksi virus menyamar sebagai ringtone, theme, atau game.
  2. MMS (Multimedia Messaging Service). Modus ini mirip penyebaran virus melalui attachment email. Virus menempel pada attachment MMS dan meminta anda untuk menjalankannya. Pengirimannya bisa dari ponsel teman yang telah terinfeksi virus, dan menyimpan nomor ponsel anda dalam phonebooknya.
  3. Koneksi bluetooth. Di Indonesia porsi terbesar penyebaran virus melalui koneksi bluetooth. Selain karena belum banyak yang mengakses internet melalui ponsel, atau menerima dan mengirim MMS, kebanyakan pengguna di Indonesia tidak waspada dengan koneksi bluetooth ponselnya, yang aktif saat berada di tempat-tempat umum.
Lindungi Ponsel anda
Cara terbaik untuk melindungi ponsel adalah dengan tidak sembarangan membuka attachment yang tidak dikenal. Sedangkan langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan adalah:
  1. Matikan bluetototh. Atur opsi ponsel agar menjadi "hidden", sehingga tidak terdeteksi oleh ponsel jahat yang berada disekitar anda.
  2. Update terus pengetahuan anda tentang seputar nama file yang mungkin mengandung virus. Memang beberapa virus membuat nama-nama acak untuk file yang mengandung virus, tapi anda masih dapat mengenali nama-nama file yang sering digunakan untuk membawa virus.
  3. Install antivirus di ponsel anda, cara kerja antivirus ponsel biasanya sama persis dengan antivirus untuk komputer, yakni melakukan scanning pada file-file yang sudah ada, atau yang sedang ditransfer ke ponsel anda.
Informasi lebih lanjut bisa didapat di: http://electronics.howstuffworks.com/cell-phone-virus.htm
http://securityresponse.symantec.com

Sumber: PC Mild dengan sedikit pengeditan

Label:

Bookmark this post to del.icio.us Digg this post! Bookmark this post to Yahoo! My Web Bookmark this post to Furl

|---BuL's Blog Roll---|

Dessy| PrimaForex| Diono| TukeranLink| Budhie| Meytia| Anang| Ghozan| BlogIndonesia| Abh3| Ghozan| Sdickyn| Cemplon| Astie| Clickcentre| WayanRoy| Shirei| DwiIndo| Primasoft| BlogTutorial| BundaOfa| InternetBusinessTips| Titanisa| KozBlog| Achi| PuTLie| Nyon-nyos| Wahyu| Dr.VinaRevi| Ndung| BangDhika| Angga| AriesSablon| NegeriJunjungan| Eagle| Nugi| Pr4m| enlightenment| Isnuansa| pencangkul| Andhika| apr!e| Sony| Imam|